By: Adi ST
Buat kamu yang sedang mencari sekolah untuk studi lanjut, baik S1, S2 atau S3 ada baiknya datang ke acara ini. Ya, Sabtu - Minggu tanggal 24 - 25 November 2018 nanti di Jakarta Convention Centre (JCC), Jakarta bakal ada pameran dan seminar dari banyak perguruan tinggi dari Korea Selatan. Nama acaranya "2018 Study in Korea Fair in Indonesia". Ingat, ruangannya di Merak Room ya, mulai pukul 10.00 - 17.00 WIB. Acara GRATIS ini diselenggarakan atas kerjasama antara Korean Ministry of Education, Embassy of the Republic of Korea, dan National Institute for International Education. Berikut daftar perguruan tinggi Korea-nya:
by: Hana A. Devarianti
Percaya atau tidak, tak selamanya kuliah di luar negeri itu mesti menguras kantong! Kamu bisa kok meraih mimpi tuk kuliah di luar negeri on budget. Caranya? Cukup dengan memilih negara yang tepat.
Yup, beberapa negara memiliki tuition fee atawa uang kuliah yang cukup bersahabat di kantong bahkan ada pula yang gratis. Beberapa negara ada yang menawarkan living cost atawa biaya hidup yang masih terjangkau. Dan, kalau menemukan perpaduan keduanya kamu dapat mewujudkan mimpi tuk kuliah di luar negeri.
Nah, di sini Cosmo sudah menyusun daftar enam negara termurah untuk kuliah di luar negeri. Eits, tapi bukan sembarang murah lho, karena negara yang ada di bawah ini sudah terjamin kualitas pendidikannya. Simak, ya!
1. Jerman
Ada alasan mengapa Jerman jadi salah satu negara tujuan tuk kuliah di luar negeri. Pertama, Jerman ialah rumah dari universitas-universitas terbaik dunia. Kedua, biaya tuk kuliah di negara yang memiliki julukan the land of poets and thinkers ini terhitung murah. Ini karena Jerman memegang filosofi bahwa pendidikan tinggi harus terjangkau and mesti mudah diakses.
Tanggal 1 Oktober 2018 kemarin Institut Teknologi Indonesia (ITI) berulang tahun yang ke-34. Sebagai kampus yang dikenal sebagai tempat kuliah murah dan berkualitas sangat baik di Jabodetabek dan sekitarnya, ITI telah memasuki usia yang sangat matang. Bagi ITI, memasuki usia ini terasa sangat istimewa, karena cukup banyak dosen dan tenaga kependidikannya telah mengabdi lebih dari 25 tahun, bahkan sebagian lebih dari 30 tahun.
Oleh karena itu pula, hari jadi kemarin itu ditandai pula dengan diadakannya Tasyakuran Dies Natalis ke-34. Acara seperti ini bisa dibilang hampir tidak pernah diadakan secara khusus selama masa kepemimpinan Rektor ITI sekarang, Dr. Ir. Isnuwardianto. Baru kali inilah diadakan. Isi acaranya pun terbilang spesial. Paling tidak ada 3 agenda istimewa saat tasyakuran kemarin:
1. Pemberian Penghargaan Masa Bakti 30 Tahun bagi dosen dan Masa Bakti 25 Tahun bagi tenaga kependidikan.
2. Penanaman seremonial dua spesies tanaman langka dari rencana total 34 spesies tanaman langka lainnya.
3. Pembagian ID Card multifungsi bagi dosen dan tenaga kependidikan, bekerjasama dengan Tap cash BNI.
Call for Paper:
Topik-topik: Pangan, Energi, Infrastruktur dan Permukiman, Lingkungan, Ilmu dan Teknik Material, TIK, Manajemen Industri
Lokasi Seminar:
Kampus Institut Teknologi Indonesia, Aula G, Lt. 3
Tema Seminar:
Mendorong Inovasi IPTEK untuk Menciptakan Daya Saing dan Menggerakkan Sektor-sektor Strategis Ekonomi Domestik
sebagai Upaya Mewujudkan Kemandirian Ekonomi Bangsa
Untuk ketiga kalinya, UKM English Speaker Club Institut Teknologi Indonesia mengadakan Elonquest. Lomba ini diperuntukkan bagi mahasiswa dari seluruh program studi di lingkungan ITI berupa lomba menyanyi, lomba scrabble dan lomba pidato (speech). Tahun ini Elonquest ber-tagline "Express Your English dan Get Your Future".
Elonquest 2018 rencananya akan dilaksanakan selama 2 hari, mulai 24 - 25 September 2018. Meskipun tidak terlalu besar jumlahnya, namun panitia kabarnya telah menyediakan hadiah hingga senilai Rp1.000.000 bagi para juara. Semoga berjalan lancar.
BUMB adalah beasiswa dalam negeri untuk jenjang S1, S2 & S3. BUMB bisa diikuti oleh calon mahasiswa yang sudah memiliki surat diterima di perguruan tinggi maupun mahasiswa yang telah melangsungkan perkuliahan maks semester 2 saat mendaftar beasiswa ini.
Syarat bagi pelamar beasiswa untuk jenjang S1 berusia maks 22 tahun, S2 maks 32 tahun dan S3 maks 37. Syarat bidang-bidang prioritas dan lainnya selengkapnya silakan dilihat pada link berikut ini:
https://beasiswaunggulan.kemdikbud.go.id/beasiswa/beasiswa-masyarakat-berprestasi
Alhamdulillah, di akhir tahun 2017 kemarin ITI berhasil mendapatkan akreditasi "B" untuk institusi dengan SK Badan Akreditasi Nasional Perguruan Tinggi no. 3768/SK/BAN-PT/Akred/PT/X/2017. Keberhasilan ini tentunya membanggakan seluruh sivitas akademika ITI, sekaligus juga menjadi kado spesial bagi ibu Marga Alisjahbana, Ph.D yang telah mengakhiri masa jabatannya sebagai Wakil Rektor ITI di akhir tahun 2017 lalu.